Translate Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Rabu, 16 Oktober 2013

Tugas 1-2 Ilmu Sosial Dasar

1. Definisi Pemuda
Definisi yang pertama, Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional, WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.
Definisi yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.
Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.
Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana pemuda/ generasi muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif.

Masalah Generasi Pemuda
Banyak sekali masalah – masalah yang ada dikalangan generasai muda, contohnya :

1. Menurunnya jiwa idealisme, patriorisme dan nasionalisme dikalangan generasi muda.
2. Kurangnya Gizi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan generasi muda.
3. Kawin Muda
4. Pergaulan Bebas
5. Meningkatnya Kenakalan Remaja (Tauran, Mabuk – mabukan, ganja, Narkoba).
6. Belum adanya peraturan UUD yang menyangkut tentang Generasi Muda

Peranan Pemuda/pengembangan pemuda.
Dalam mebentuk generasi muda yang baik diperlukan nya pembinaan dan pengembangan yang baik sehingga terbentuknya generasi muda yang mempunyai karakteristik yang baik pula sehingga generasi yang berkualitasdan membentuk generasi yang menjadi patokan kehidupan bangsa indonesia.
Pengertian pokok pembinaan dan pengembangan generasi muda itu ada dua macamyaitu:
1. Generasi Muda sebagai Subyek
2. Generasi Muda sebagai Obyek

Generasi subyek adalah mereka yang telah dibekalin ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa indonesia.

Generasi Obyek adalah mereka yang masih memerlukan bimbingan yang mengarahkan kepada pertumbuhan dan potensi menuju ketingkat yang maksimal dan belum dapat berfungsi secara fungsional.

Peranan Mahasiswa Pemuda Di Masyarakat
Pada masa 1990 sampai sekarang demonstrasi masih marak di berbagai tempat. Pada masa itu mahasiswa dan pemuda menyebutkan dirinya sebagai Gerakan Moral. Sedangkan pada mahasiswa yang lain gerakan mahasiswa menyebutkan dirinya sebagai gerakan Politik.
Mahasiswa menjadi pecah dan terkadang pragmatis. Tidak menjadi rahasia umum lagi mahasiswa dibayar untuk berdemonstrasi. Sebelum terlalu jauh meneropong peranan mahasiswa di luar kampus walaupun klise, sebaiknya kita mesti ingat bahwa tugas utama mahasiswa dan pemuda adalah belajar di sekolah/kampus.

Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain. Masyarakat merupakan pemegang kunci dalam hubungan sosial dan ekconomi. Tapi ketika kapitalisme mendominasi, keberadaan pasar telah berbalik 180 derajat, masyarakatlah yang menjadi bagian dari pasar. kehidupan sehari-hari pun direduksi menjadi bisnis dan pasar.
Dampak langsung yang bisa dirasakan semenjak kenaikan BBM tahun 2005 antara lain terjadi inflasi, daya beli masyarakat menurun, kesehatan masyarakat menurun (kekurangan gizi), angka anak putus sekolah (drop out), angka kematian anak, pengangguran dan kemiskinan meningkat.


sumber:
http://intishar1994.wordpress.com/2012/11/17/ilmu-sosial-dasar-pertemuan-ke-2-pengertian-pemuda/
http://sh0likhin.wordpress.com/2010/03/24/definisi-pemuda/
http://adiriyadi.wordpress.com/2013/01/11/definisi-pemuda/

Tugas 1 Ilmu Sosial Dasar

Definisi Individu, Keluarga, dan Masyarakat

1. Pengertian Individu
            Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi, maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Istilah individu dalam kaitannya dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia, dapat pula diartikan sebagai manusia.
            Dalam pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khsa didalam lingkungan sosialnya, meliankan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena tingkah laku yang ditampilkannya hamper identik dengan tingkah laku masa.
            Dalam perkembangannya setiap individu mengalami dan dibebankan berbagai peranan, yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup dengan sesame manusia. Seringakli pula terdapat konflik dalam diri individu, karena tingkah laku yang khas dirinya bertentangan dengan peranan yang dituntut masyarakatnya. Namun setiap warga masyarakat yang namanya individu wajar untuk menyesuaikan tingkah lakunya sebagai bagian dari perilaku sosial masyarakatnya. Keberhasilan dalam menyesuaikan diri atau memerankan diri sebagai individu dan sebagai warga bagian masyarakatnya memberikan konotasi “maang” dalam arti sosial. Artinya individu tersebut telah dapat menemukan kepribadiannya aatau dengan kata lain proses aktualisasi dirinya sebagai bagian dari lingkungannya telah terbentuk.

2. Pengertian  Keluarga
         Ada beberapa pandangan atau anggapan mengenai keluarga. Menurut Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Lain halnya Adler berpendapat bahwa mahligai keluarga itu dibangun berdasarkan pda hasrat atau nafsu berkuasa. 
Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik , ekonomi dan keluarga. 
Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itub untuk memuliakan masing-masing anggotanya.

3. Pengertian Masyarakat
           Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi.
           Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Ada beberapa pengertian masyarakat :
a. Menurut Selo Sumarjan (1974) masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan

b. Menurut Koentjaraningrat (1994) masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.

c. Menurut Ralph Linton (1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.

d. Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi

e. Menurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.

f. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut

        Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang dapat menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.


Masalah dalam keluarga
Masalah Keuangan dalam Rumah Tangga

Masalah keuangan dalam rumah tangga, nyatanya menjadi hal yang sangat vital yang tidak bisa diremehkan. Hal ini tentunya dapat memberikan pengaruh besar terhadap kelanggengan rumah tangga. Istri yang baik adalah yang bisa mengelola seberapapun nafkah yang diberikan oleh suaminya. Dan suami yang baik adalah yang bisa berusaha mencukupi kebutuhan keluarganya. Nah, sinkronisasi antara kedua hal tersebut tentunya dapat membuahkan kerukunan antar anggota keluarga.


tips mengatasi masalah keuangan dalam rumah tangga

Lantas bagaimana jika salah satunya mengalami kendala? Semisalnya istri tidak pandai mengatur keuangan, atau suami tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga? Hal ini tentu akan menjadi masalah. Malah bisa menjadi sumber masalah dan menciptakan perpecahan antar anggota keluarga. Tentu saja Anda tidak ingin hal ini menimpa keluarga Anda, bukan? Baik.
Solusi :
1. Bersikap terbuka.
Seyogyanya, ketika Anda sudah berkomitmen untuk hidup berumah tangga, Anda sudah harus memiliki keterbukaan terhadap pasangan Anda. Ini berlaku dalam hal apapun. Tidak perduli seberapa kecil dan besarnya masalah tersebut, Anda tetap harus membukanya dengan pasangan Anda. Hal ini menyangkut hubungan komunikasi antara Anda dan pasangan Anda. Ketika Anda berusaha untuk menyembunyikan suatu hal dari pasangan Anda, lantas akan menimbulkan suatu permasalahan di kemudian hari. Maka masalah yang ada pasti akan bertambah rumit. Sebab Anda akan menghadapi dua masalah sekaligus. Masalah awal, dan masalah ketidakjujuran Anda dengan pasangan. Komunikasikanlah apa-apa saja yang kurang, dan apa-apa saja yang dibutuhkan. Dengan keterbukaan, maka solusi dapat ditemukan dengan dua pemikiran yang disatukan. Bukan dengan satu pemikiran saja.

2. Buat kesepakatan bersama.
Hendaknya Anda meminta persetujuan atau paling tidak masukan dari pasangan dan anggota keluarga lain untuk menentukan apa-apa saja yang perlu dirumuskan. Misalnya berapa penghasilan perbulan, apa saja pengeluaran yang dibutuhkan, berapa persen untuk ditabung, asuransi, dan untuk keperluan lainnya. Termasuk kisaran angka yang menyangkut hal-hal tersebut.


Masalah dalam masyarakat
Masalah Sengketa lahan.
Hal  itu terjadi karena penataan pemilikan lahan berbasis kerakyatan yang belum dijadikan Agenda oleh pemerintah, padahal agenda tersebut sangat mendesak dan penting.

Solusi: 
Menurut Pasal 2 ayat 2, hak menguasai dari negara termaksud dalam ayat 1 pasal ini memberi wewenang untuk : mengatur dan menyelenggarakan peruntukan, penggunaan, menentukan dan mengatur hubungan hukum antara orang-orang, dan perbuatan – perbuatan hukum yang mengenai Bumi, Air, dan  Ruang Angkasa.

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga
http://triajiwantoro.blogspot.com/2012/01/pengertian-individukeluarga-dan.html

ISL