Translate Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Senin, 27 Desember 2010

Tahap Pembuatan website

Didalam membuat website yang baik, kita harus memperhatikan apa yang dibutuhkan client agar client puas dan senang .
Berikut fase-fase dalam pembuatan website yang baik :

Fase Pengumpulan Data
1. Berbicara dengan client mengenai konsep website yang diinginkan.
2. Menyesuaikan dengan paket yang diinginkan client.
3. Mengambil data-data yang akan di tampilkan pada website, baik berupa artikel maupun gambar-gambar yang diperlukan. Untuk isi konten selain dari data-data yang telah diberikan oleh client, bisa juga mengambil dari brosur,testimonial dari pihak luar, dll .
4. Untuk data gambar,jika dirasa masih kurang, bisa dilakukan dengan pengambilan gambar tambahan menggunakan kamera dari pihak web designer.

Fase Perencanaan
1. Mendiskusikan hasil pengumpulan data & pembicaraan dengan client dengan pihak pimpinan perusahaan.
2. Penentuan Layout website. yang dilakukan dengan browsing template cms ke situs-situs yang menyediakan template, baik template gratis maupun template premium.
3. Perlu diperhatikan, dalam penentuan jenis template yang akan di pakai harus disesuaikan dengan perpaduan warna yang diinginkan oleh client. karena setiap jenis client memiliki ciri khas masing-masing dalam hal desain. Jadi,harus di sesuaikan dengan jenis client. Apakah client tersebut berupa corporate, hotel, Restaurant, Perorangan, Mall, dll.
4. Menentukan perpaduan warna yang cocok dengan warna dasar yang di inginkan client. Untuk mempermudah, bisa dilakukan dengan mengunjungi website-website yang menyediakan desain kombinasi warna (color combination) untuk website.

Fase Pra-Perancangan
1. Membuat gambaran umum mengenai tata letak seluruh isi website, yaitu header, logo, banner, content, modul, component, link menu, dll.
2. Kuasai sepenuhnya template yang akan kita pakai, terutama modul position, fitur-fitur utamanya, letak kode php yang membangun template tersebut, style css yang dipakai agar memudahkan dalam editing kode.
3. Untuk template yang telah kita dapat dari internet, diharuskan dilakukan penamaan ulang (rename) agar tidak terlihat nama template aslinya. Caranya, setelah template tersebut di ekstrak dari bentuk zip, tar.gz, dan lain-lain, ganti nama foldernya. Kemudian cari dan buka file template Detail.xml ganti nama templatenya. Setelah itu, kompres ulang folder tersebut.

Fase Perancangan
1. Membuat/mendesain header(jika memerlukan header). Hal ini bisa dilakukan melalui gambar yang sudah ada dari pihak client yang dikombinasikan dengan desain gambar yang kita buat ataupun gambar dari browsing.
2. Mendesain logo.
3. Merancang content perhalaman.
4. Mendesain Frontpage.
• Mengatur tata letak modul dan component. Jika modul tersebut memerlukan gambar (misalnya random image, banner, advertisement atau modul custome html), terlebih dahulu lakukan editing gambar melalui software image editor, misalnya Adobe Photoshop, CorelDraw dll.
• Mengatur link menu di Frontpage yang akan mengakses artikel/content yang telah dibuat

Fase Finishing
1. Setelah proses pembuatan website selesai, lakukan cek ulang terhadap seluruh isi website. Usahakan sedetail mungkin dalam pengecekan.

Sumber: http://www.duniaku.comxa.com/tips-trik/cara-membuat-website-yang-baik.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ISL